Merasa Dilecehkan, Puluhan Ibu – ibu Demo ke DPRP

03 April 2008 09:18:55

Merasa Dilecehkan, Puluhan Ibu – ibu Demo ke DPRP

 

JAYAPURA-Puluhan ibu-ibu mendatangi Gedung DPRP, Rabu (2/4). Mereka merasa dilecehkan atas sikap Dinas Trantib Kota Jayapura yang melakukan pengosongan Rumah Dinas di Dok V tanpa didukung surat keputusan eksekusi dari Pengadilan Negeri.
Ibu-ibu yang dipimpin Tinus Mereaudje dan Ny Repuh O (Ondofolo Holom) yang menamakan diri Perempuan Cycloop Papua, tiba di Gedung DPRP sekitar pukul 11.00 WIT dengan menumpang taksi Sentani – Abepura.


Meski tiba jam 11.00 WIT, namun mereka baru turun dari mobil sekitar pukul 11.25 WIT dan langsung membentangkan spanduk dan pamflet. Dalam spanduk tersebut diantaranya tertulis, Kami Perempuan Cycloop menuntut Drs Otniel Meruadje turun dari jabatannya dan dipecat atau dipindahkan ke Kepala Harta dan Kekayaan Negara bersama kroni-kroninya, tindakan yang dilakukan Kepala Dinas Ketentraman dan Ketertiban Kota Jayapura yang melakukan pengosongan Rumah Dinas di Dok V tanpa didukung surat keputusan eksekusi dari Pengadilan Negeri.
Selain itu ada juga pamflet yang bertuliskan ’Kami butuh kejelasan dari DPRP dan sebagainya yang intinya meminta agar pemerintah mengembalikan hak – hak mereka.


Dalam aksinya, mereka juga berorasi yang intinya meminta DPRP menindaklanjuti aspirasi mereka, mengingat apa yang dilakukan oleh Dinas Trantib sangat tidakmanusiawi dan merupakan bentuk pelecehan terhadap perempuan. Sembari berorasi, para ibu – ibu itu juga sesekali berteriak. bakar … bakar … !!! dengan beringas bahkan mengancam akan memalang.


Rephu O kepada Cenderawasih Pos mengatakan, pihaknya melakukan aksi tersebut karena dipicu sikap Dinas Trantib yang dengan sewenang – wenang mengosongkan rumah yang ditempati anaknya Lely Masena di Perumahan Keuangan Dok V belakang Gereja Paulus. Ironisnya, pengosongan itu dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak disertai surat perintah dari pengadilan. ”Atas dasar apa anak saya dikeluarkan dari rumah itu,” tukasnya berapi-api.
Ditambahkan, yang lebih memprihatinkan lagi, ketika rumah itu dikosongkan oleh Trantib, pakaian dan perabot termasuk pakaian dalam dilempar dari jendela begitu saja. ”Ini adalah bentuk pelecehan terhadap perempuan, mereka sangat keterlaluan dengan sengaja melempar pakaian dalam perempuan lewat jendela,”koarnya.


Sekitar pukul 13.00 WIT, mereka ditemui anggota DPRP, diantaranya Ketua Komisi D Marthen Marey, SH dan Gerald Pahabol. Dalam keterangannya di depan massa yang melakukan aksi demo itu, Marthen berjanji akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat itu. Ia juga berjanji akan bertemu dengan Walikota Jayapura untuk membicarakan masalah tersebut. ”Saya berjanji dalam waktu dekat masalah ini akan segera kami selesaikan,” tandasnya. Setelah mendengar penjelasan singkat dari Komisi D, massa kemudian bubar sekitar pukul 13.30 WIT.(ta)