World Vision Alokasikan US$ 75,6 Juta untuk Indonesia
Jakarta – Lembaga kemanusiaan World Vision kembali menandatangani nota kesepakatan kerja sama (MoU) dengan Departemen Sosial, Jumat (4/4). Dalam MoU itu, World Vision untuk periode 2008-2011 akan mengalokasikan anggaran sebesar US$ 75,6 juta (setara dengan Rp 700 miliar) akan difokuskan ke tiga sektor utama: kesehatan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi.
MoU dengan Depsos ini menegaskan kembali hubungan kerja sama World Vision yang telah terjalin sejak tahun 1960. Kini setelah 48 tahun, World Vision dan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia terus berkembang menjangkau masyarakat miskin di NAD dan Nias, Jakarta, Surabaya, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, NTT, dan Papua.
MoU antara World Vision dan Depsos yang sebelumnya berjangka waktu lima tahun berakhir pada Oktober 2007 lalu, dengan program senilai US$ 183 juta (atau setara dengan Rp 1,6 triliun) yang disalurkan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pemulihan pascatsunami di Aceh selama tiga tahun terakhir sebesar US$ 72,3 juta (setara dengan Rp 666 miliar).
Dalam acara penandatanganan ini, World Vision Indonesia diwakili oleh Direktur Nasional Trihadi Saptoadi dan Departemen Sosial diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan Mulyaman Nuryana M.Sc, Ph.D.
Selama hampir 50 tahun di Indonesia, World Vision bekerja di lebih dari 720 desa di 10 provinsi dari Aceh sampai Papua. Di masing-masing ADP (Area Development Program), World Vision melayani masyarakat selama 10-15 tahun, ungkap Direktur World Vision Trihadi Saptoadi.
Untuk tiga tahun ke depan (periode 2008-2011), World Vision akan memprioritaskan pelayanan pada tiga sektor utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi. (pr/xha)